Cara Melakukan Take Over Pinjaman Jaminan Sertifikat Aman

Cara Melakukan Take Over Pinjaman Jaminan Sertifikat Aman

Take over pinjaman jaminan sertifikat anda mungkin tidak asing dengan istilah tersebut. Ya, istilah ini diperuntukkan untuk pemindahan pinjaman dari 1 nasabah lama ke nasabah baru dengan menggunakan jaminan berupa sertifikat tertentu, baik itu sertifikat rumah, tanah, dan lainnya. Agar bisa melakukan take over ini tidak bisa sembarangan. Anda bisa mengikuti cara berikut:

1. Mencari Tempat yang Akan Digunakan

Untuk melakukan proses take over pinjaman jaminan sertifikat, Anda harus mencari tempat yang akan digunakan untuk proses take over kelak. Pelajari tempat take over yang ada, dan memiliki beberapa kelebihan yang memang Anda butuhkan.

2. Pelajari Sistem Pengajuan Take Over yang Diajukan

Jika Anda bekerja sama dengan finance, misalnya Pinjaman Tunaiku untuk melakukan take over pinjaman bersertifikat pastinya sangat mudah. Anda hanya perlu mengajukan pinjaman secara online, dengan cara mengisi formulir yang diberikan.

Maka, pihak customer service akan melakukan konfirmasi pada Anda hingga melakukan survei. Jika proses pengajuan lulus, proses take over tersebut dapat dilakukan.

3. Ketahui Syarat yang Diajukan

Sebelum masuk ke bagan survei, biasanya Anda diharuskan memenuhi syarat yang diajukan.

Umumnya syarat tersebut seperti WNI, berusia 21 tahun ke atas, mempunyai penghasilan tetap, berdomisili di Indonesia, mempunyai bangunan secara jelas, dan berlokasi di tempat yang jelas.

4. Dokumen yang Dibutuhkan

Anda harus mempelajari berbagai dokumen yang harus disertakan ketika akan mengajukan take over tersebut. Sama seperti syarat yang diajukan, seperti fotokopi KTP/ SIM, baik diri sendiri atau dengan pasangan yang sudah menikah, fotokopi KK, akta nikah bagi yang sudah menikah, PBB selama 2 tahun terakhir hingga  BPKB, STNk, dan dokumen lainnya.

Untuk mengetahui apa saja dokumen yang diajukan, Anda dapat mengunjungi pihak penyedia tempat gadai sertifikat tanah tersebut secara langsung atau mengunjungi websitenya secara online.

5. Pelajari Skema Angsuran yang Diajukan

Sebelum mengajukan take over pinjaman jaminan sertifikat rumah, Anda pelajari juga skema angsuran yang diajukan oleh mereka. Pastikan semua yang diajukan masak akal, dan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Misalnya, Anda akan memperoleh tarif bunga flat per bulannya sekitar 0,7 % saja dan suku bunga per tahunnya juga terbilang murah, mulai dari 10%, atau sesuai dengan kondisi aset dan juga kelengkapan dokumen yang ada.

Karenanya, untuk memutuskan skema tenor dan yang lainnya, pastikan sesuai kondisi keuangan Anda dalam mencicil agunan tersebut.

6. Pelajari Cara Membayarnya

Umumnya sistem pembayaran yang diajukan beragam. Mulai dari membayar di beberapa bank tertentu, maupun lewat salah satu merchant yang telah ditunjuk oleh pihak penyedia jasa keuangan tersebut.

Untuk itu, pahami secara jelas cara pembayaran tersebut agar Anda tidak mengalami kendala pembayaran ke depannya.

Itulah cara melakukan take over pinjaman jaminan sertifikat yang bisa dicoba. Semoga berhasil.

Tips Aman Memilih Tempat Gadai Sertifikat Rumah Perorangan

Tips Aman Memilih Tempat Gadai Sertifikat Rumah Perorangan

Tempat gadai sertifikat rumah perorangan sebagai solusinya tempat pilihan pinjaman. tempat gadai memang perorangan memang jadi pilihan terbaik lantaran tidak membutuhkan syarat yang ribet dan panjang. Meski begitu, pilihlah tempat pinjaman dana perorangan yang aman dengan mengikuti tips berikut:

1. Memilih Dari Orang yang Sudah Dikenal

Ketika ingin meminjam di perorangan dengan jaminan sertifikat rumah Anda, sebaiknya memilih tempat gadai sertifikat tanah dari orang yang sudah dikenal dekat.

Anda bisa memilih orang terdekat yang sudah familiar dengan tempat gadai tersebut sehingga Anda tidak perlu merasa khawatir dan mereka juga dapat menaruh kepercayaan kepada Anda sebagai peminjam.

Selain itu, untuk menghindari kerugian Anda bisa dengan mengambil pinjaman dari sahabat, keluarga dekat, dan juga kolega yang sudah akrab dengan menjaminkan sertifikat.

2. Hindari Lintah Darat

Rentenir umumnya menjadi jalan keluar terakhir yang paling banyak digunakan ketika membutuhkan uang cepat. Jika Anda ingin menggunakan aset seperti sertifikat rumah sebagai jaminan pinjaman, jangan sampai menggunakan tempat yang dapat menimbulkan kerugian dan juga sudah mendapatkan reputasi jelek di masyarakat seperti lintah darah ini.

Hal in lantaran rentenir cenderung menawarkan bunga besar, bahkan tidak masuk akal. Nantinya, Anda malah semakin runyam karena tidak bisa membayar jaminan yang berakibat sertifikat jadi milik mereka.

3. Pastikan Peminjam Memiliki Jumlah Pinjaman yang Diinginkan

Apabila ingin mengambil pinjaman di perorangan, pastikan orang tersebut memiliki jumlah uang yang Anda butuhkan sesuai jaminan yang Anda tawarkan.

Maka sebelum memilih tempat gadai sertifikat rumah perorangan, cobalah membuat daftar atau list terlebih dahulu orang maupun tempat yang dapat menerima pengajuan pinjaman yang akan Anda tawarkan.

4. Jelaskan Rincian Kegunaan Hasil Pinjaman

Anda harus menjelaskan dengan rinci mengenai pembayaran yang akan dilakukan saat ingin meminjam. Hal ini untuk membuat pemberi pinjaman rasa tenang dan kepercayaan kepada Anda.

Apalagi, jika mereka anggota keluarga sendiri atau teman dekat yang biasanya akan merasa tidak enak sehingga tidak banyak tanya terkait rinciannya. Sebagai peminjam, maka Anda bisa mengambil inisiatif dengan menyinggung mengenai detail pinjaman secara rinci.

5. Lakukan perjanjian Hitam Di Atas Putih

Agar transaksi pinjaman dapar melindungi kedua belah pihak, sebaiknya melakukan perjanjian hitam di atas putih. Pastikan untuk mempunyai surat tertulis bermaterai mengenai detail pinjaman tersebut.

Mulai dari jaminan sertifikat, besarnya pinjaman yang diberikan, besar cicilan yang harus dibayar, hingga tempo pembayaran. Cara ini dapat melindungi pemberi pinjaman serta Anda yang mengambil pinjaman.

Demikian tips tempat gadai sertifikat rumah perorangan yang bisa Anda lakukan ketika membutuhkan dana terdesak. Semoga bermanfaat.