Pinjaman Dengan Sertifikat Rumah Milik Tetangga, Rentan Kasus!

Pinjaman Dengan Sertifikat Rumah Milik Tetangga, Rentan Kasus!

Pinjaman dengan sertifikat rumah untuk solusi keuangan. Setiap ada pengajuan Kredit dengan agunan sertifikat rumah ke bank atau pegadaian tentunya butuh jaminan penting seperti sertifikat rumah. Namun, perlu Anda waspadai jika ada beberapa kasus yang membuat kerugian semua pihak dan salah satunya diuntungkan tanpa tanggung jawab.

Apakah bisa meminjam sertifikat rumah pihak lain, baik itu saudara atau tetangga?

Bisa, dengan catatan bahwa pemilik sahnya juga mengizinkan dan hadir dalam surat kuasa peminjaman. Dalam hal ini nantinya ada 2 kemungkinan dalam pembayaran angsuran pinjaman dengan sertifikat rumah. Angsuran pertama dibayarkan selama separuh waktu kemudian angsuran kedua dibayarkan separuhnya lagi oleh pihak pemilik sah. Apabila terdapat perjanjian hitam di atas putih semacam itu, Anda (pemilik sah sertifikat) sedikit nyaman dan tenang. Namun, jika hanya lewat lisan saja tidak ada bukti maka peminjam luar (yang meminjam atas nama hak sah sertifikat) bisa saja mengingkari dan tidak tanggung jawab.

Apabila kedua belah pihak telah sepakat dan percaya satu sama lainnya maka tinggal mengurus dana yang akan diambil. Namun hal ini tentu sangat beresiko tinggi kepada bank dan kembali lagi apakah bank tersebut mau memproses atau tidak.

Resiko Terburuk

Resiko apakah yang akan terjadi atau kemungkinan terburuk apakah dari hal itu?

Kita tidak bisa menebak kebutuhan setiap orang, tetapi kita juga harus berpikir kemungkinan terburuk dalam sebuah keputusan. Melihat kasus di atas, resikonya adalah:

  1. Pihak bank menolak akan peminjaman sertifikat milik tetangga atau bukan milik sendiri.
  2. Munculnya rasa tidak tanggung jawab untuk membayar angsuran padahal nantinya jika terjadi pihak pemilik sah yang akan dituntut oleh pihak bank dalam melunasi semua hutang yang ada.
  3. Jika disetujui, pihak bank akan sedikit banyak memprosesnya diantrekan terbawah.
  4. Terputusnya jalinan kedua pihak jika salah satunya berkhianat.
  5. Berurusan dengan hukum pidana yang kemudian membawa semua perkara dan bukti lebih rumit lagi, belum lagi jika ada biaya operasional untuk membayar pengacara.

Cara terbaik untuk meminjam di pegadaian

Anda sebaiknya meminjam pinjaman dengan sertifikat rumah sesuai kemampuan dana yang bisa dihitung dari semua pemasukan yang ada. Jika Anda cukupkan untuk usaha maka berjalanlah pelan-pelan agar nantinya laba usaha bisa menutup semua biaya. Langkah kedua yakni menjaminkan sebuah objek atas nama sendiri yang masih ada tabungan lainnya untuk Anda hidup ke depan. Jangan sampai, Anda menjaminkan sertifikat rumah yang Anda tinggali saat ini untuk membuka usaha atau meminjam uang yang belum tertata nasib masa depannya.

Sisihkan uang rumah tangga bulanan untuk mencicil tanggungan pinjaman dan mereka – reka ulang apa saja kebutuhan yang nantinya muncul.

Pinjaman dengan sertifikat rumah tidak selalu mudah dan cepat cair terutama jika lembaga dananya resmi, diawasi OJK dan badan keuangan negara. Kita harus hati-hati dengan segala kasus yang ada, lebih baik tegas tapi tidak ada masalah daripada tidak enak hati tetapi ada masalah dikemudian hari.