Gadai Sertifikat Rumah Ahli Waris

Gadai Sertifikat Rumah Ahli Waris

Gadai sertifikat rumah ahli waris menjadi solusi keuangan yang umum di pilih seseorang yang membutuhkan dana besar. Dengan menjaminkan sertifikat rumah ke lembaga keuangan maka anda dapat memperoleh pinjaman untuk berbagai macam keperluan.

Namun jika sertifikat rumah yang anda miliki atas nama ahli waris maka ada beberapa ketentuan yang harus anda pahami. Karena mengajukan pinjaman sertifikat rumah atas nama ahli waris berbeda kondisinya dengan pinjaman sertifikat rumah atas nama sendiri.

Ketentuan Gadai Sertifikat Rumah Ahli Waris

Ketentuan Gadai Sertifikat Rumah Ahli Waris

Menggadaikan sertifikat rumah yang anda miliki dapat menjadi solusi finansial untuk kebutuhan hidup. Karena kebutuhan biaya hidup terkadang memerlukan dana cukup besar dan anda harus mempersiapkan segera dana tersebut.

Untuk anda yang telah mempersiapkan dana darurat dari tabungan anda tentu tidak akan bingung mencarinya. Namun bagi anda yang belum mempersiapkan maka mengajukan gadai sertifikat rumah dapat menjadi pilihan untuk anda.

Bagaimana jika sertifikat rumah yang anda miliki namun sertifikat tersebut nama ahli waris atau ada beberapa nama. Maka mengajukan pinjaman sertifikat rumah dapat anda ajukan menyesuaikan dengan ketentuan di lembaga keuangan tersebut.

Berikut ini beberapa ketentuan jika sertifikat tersebut atas nama ahli waris :

1. Ada Berapa Nama

Hal yang harus anda perhatikan ketika akan mengajukan pinjaman dengan sertifikat atas nama ahli waris ialah berapa nama di sertifikat tersebut. Karena sertifikat ahli waris ialah sertifikat yang sudah di balik nama ke ahli warisnya tersebut.

Dan kondisi nama di sertifikat tersebut tergantung dari ada berapa nama ahli waris yang tercantum. Karena ada beberapa lembaga keuangan yang membatasi maksimal nama ahli waris di sertifikat tersebut.

Karena dengan semakin banyaknya nama di sertifikat tentu akan semakin banyak melibatkan orang yang tanda tangan. Dan tentu juga akan berisiko jika semakin banyak orang karena akan semakin banyak juga isi kepala yang akan di satukan.

Ada beberapa lembaga keuangan yang menerapkan nama sertifikat ahli waris maksimal 3 nama saja. Jika lebih dari 3 nama di sertifikat maka lembaga keuangan tersebut tidak dapat memprosesnya.

2. Wajib Hadir Tanda Tangan

Setelah pinjaman pengajuan sertifikat rumah anda mendapatkan persetujuan dari lembaga keuangan. Maka seluruh ahli waris yang tercantum di sertifikat rumah tersebut wajib hadir tanda tangan semua ketika akad kredit di kantor.

Jika ada salah satu ahli waris yang tidak bisa hadir tanda tangan di kantor maka proses pinjaman sertifikat rumah tidak dapat di lanjutkan.

Oleh sebab itu pastikan anda telah bermusyawarah di awal dengan seluruh ahli waris di sertifikat rumah tersebut. Karena setiap ahli waris memiliki hak yang sama dalam sertifikat rumah tersebut.

Apabila ada salah satu ahli waris yang tidak setuju untuk menjaminkan sertifikat rumah tersebut. Maka proses menggadaikan sertifikat rumah tidak dapat di lanjutkan prosesnya.

Gadai Sertifikat Atas Nama Ahli Waris Orangtua

Pinjaman sertifikat rumah atas nama ahli waris ialah sertifikat rumah yang telah di balik nama ke ahli waris. Sebelumnya sertifikat rumah yang anda miliki ialah sertifikat rumah atas nama almarhum atau yang sudah meninggal.

Setelah itu sertifikat di balik nama ke atas nama ahli waris. Sebelumnya jika kondisi sertifikat rumah tersebut atas nama orangtua yang sudah meninggal maka wajib balik nama ke seluruh anak kandung.

Untuk proses pengajuan pinjaman sertifikat rumah apabila sertifikat tersebut masih atas nama almarhum dan belum di balik nama ahli waris. Maka dapat anda ajukan ke lembaga keuangan yang dapat sekalian proses balik nama waris dengan potong pencairan dari pinjaman.

Hal yang perlu anda persiapkan sebelumnya dalam menggadaikan sertifikat rumah atas nama almarhum. Maka anda wajib membuat Surat Keterangan Waris (SKW) dari kelurahan dan kecamatan.

Selalu rundingkan dan bermusyawarah dengan keluarga apabila anda membutuhkan pinjaman dana dengan jaminan sertifikat rumah. Karena jika salah satu ahli waris ada yang tidak bisa hadir tanda tangan maka proses pengajuan pinjaman tidak bisa berlanjut.

Untuk anda yang ingin menggadaikan sertifikat rumah dan memiliki pertanyaan mengenai gadai sertifikat rumah ahli waris. Maka dapat menghubungi nomor whatsapp tim marketing kami untuk menanyakan tanya jawab seputar pinjaman.

 

Info Lebih Lanjut Hub : 0858 9268 2443 (Tlp/WA)

Pinjaman Sertifikat Rumah Atas Nama Orangtua

Pinjaman Sertifikat Rumah Atas Nama Orangtua

Pinjaman sertifikat rumah atas nama orangtua dapat menjadi agunan di bank dengan salah satu anak kandung sebagai pemohon. Dengan mengagunkan sertifikat rumah atas nama orangtua kandung dapat menjadi salah satu solusi mendapatkan pinjaman tunai.

Hal yang harus anda garis bawahi ketika mengajukan pinjaman jaminan sertifikat atas nama orangtua ialah dengan seizin dan persetujuan orangtua. Karena ketika nanti pinjaman mendapat persetujuan maka kedua orangtua ayah dan ibu wajib untuk hadir tanda tangan dikantor.

Berikut ini kami akan menginformasikan tata cara dan syarat pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah atas nama orangtua.

Mengajukan Pinjaman Sertifikat Rumah Orangtua, Begini Caranya

Mengajukan Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah Atas Nama Orangtua Begini Caranya

Mengajukan pinjaman dengan agunan sertifikat masih atas nama orangtua banyak menjadi pilihan oleh sebagian masyarakat. Pemohon yang maju wajib salah satu anak kandungnya atas nama di sertifikat rumah tersebut. Jika anak yang maju merupakan anak sambung di kami tidak dapat di proses pengajuan pinjaman kreditnya.

Begitu juga dengan kondisi jika sertifikat atas nama orangtua akan tetapi yang maju sebagai pemohon saudara lain seperti sepupu, keponakan atau yang lain. Proses seperti ini di kami tidak dapat untuk bantu prosesnya karena sertifikat rumah merupakan harta turunan ke anak kandung.

Lembaga keuangan tentu menghindari resiko jika kedepannya terjadi wanprestasi dan malah menimbulkan sengketa. Oleh sebab itu akan lebih aman jika pemohon ialah anak kandung yang di atas nama sertifikat rumah orangtua tersebut.

Berikut ini beberapa kondisi yang terjadi jika sertifikat rumah atas nama orangtua :

1. Kedua Orangtua Masih Ada

Jika sertifikat rumah atas nama orangtua dan kedua orangtua masih ada maka jika nanti pinjaman tersebut di setujui kedua orangtua ayah dan ibu wajib hadir tanda tangan di kantor. Jika salah satu orangtua tidak bisa hadir atau tidak setuju maka proses akad kredit tidak dapat proses.

Sebelum mengajukan pinjaman jaminan sertifikat atas nama orangtua alangkah baiknya berdiskusi terlebih dahulu dan meminta persetujuan orangtua. Semua akan berjalan baik ke depannya jika mengajukan pinjaman atas nama sertifikat orangtua dengan cara yang baik.

2. Nama Di Sertifikat Masih Ada Namun Pasangan Sudah Tidak Ada

Jika orangtua atas nama di sertifikat masih ada namun pasangan sudah tidak ada maka total anak kandung ada berapa? Salah satu anak kandung dapat menjadi pemohon dengan anak kandung lainnya menandatangani surat persetujuan bahwa sertifikat akan menjadi agunan ke bank.

Akan tetapi kembali lagi kepada kebijakan bank yang anda ajukan karena kebijakan bank memang berbeda – beda, Ada juga yang mewajibkan anak kandung hadir seluruhnya dikantor dan membuat surat keterangan waris kelurahan dan kecamatan. Anda wajib memahami dan menghormati kebijakan bank dimana tempat anda mengajukan pinjaman dana.

3. Nama Di Sertifikat Sudah Tidak Ada

Jika orangtua atas nama di sertifikat sudah tidak ada maka prosesnya wajib sekalian balik nama sertifikat ke seluruh ahli warisnya. Dan yang anda harus pahami juga bahwa tidak semua Bank atau Bank BPR dapat membantu proses balik nama sertifikat rumah ke ahli waris.

Jika harus proses balik nama ahli waris maka ahli warisnya ada berapa orang terlebih dahulu? dikarenakan jika terlalu banyak bank juga tidak dapat membantu prosesnya. Seluruh ahli waris diwajibkan hadir tanda tangan semua dikantor dengan pasangan jika sudah berkeluarga dan membuat surat keterangan waris dari kelurahan dan kecamatan..

Potongan pinjaman biaya balik nama ahli waris sudah pasti besar bisa belasan bahkan puluhan juta. Oleh sebab itu anda harus memperhitungkan dengan matang jangan sampai dana pinjaman yang anda butuhkan justru berkurang akibat biaya balik nama sertifikat yang cukup besar.

 

Syarat Pinjaman Sertifikat Rumah Nama Orangtua

Beberapa persyaratan yang harus disiapkan ketika akan mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah atas nama orangtua harus anda pahami. Pastikan anda melengkapi dan menyiapkan seluruh dokumen yang diminta untuk memudahkan dalam proses pengajuan kredit.

Berikut ini kami akan menginformasikan persyaratan dengan kondisi sertifikat atas nama orangtua seperti yang diatas :

1. Syarat Gadai Sertifikat Rumah Dengan Kedua Orangtua Masih Ada

Persyaratannya :

  • Fotocopy KTP Kedua Orangtua
  • Fotocopy Kartu Keluarga Orangtua
  • Fotocopy Buku Nikah/Surat Nikah Orangtua
  • Fotocopy KTP Anak Suami Istri (Jika Sudah Berkeluarga)
  • Fotocopy Kartu Keluarga Anak
  • Fotocopy Buku Nikah/Surat Nikah Anak
  • Slip Gaji + Surat Keterangan Karyawan/Id Card (Bagi Karyawan)
  • SKU/NIB + Nota2 atau Akta Legalitas Perusahaan + SIUP + TDP (Bagi Wiraswasta)
  • Rekening Koran Tabungan
  • Fotocopy PBB
  • Fotocopy SHM/SHGB

2. Syarat Gadai Sertifikat Rumah Dengan Nama Orangtua Di Sertifikat 

    Masih Ada Namun Pasangan Sudah Tidak Ada

Persyaratannya :

  • Fotocopy KTP Orangtua Ayah/Ibu
  • Fotocopy Kartu Keluarga Orangtua
  • Fotocopy Surat Kematian/Akta Kematian Orangtua Ayah/Ibu
  • Fotocopy KTP Anak Suami Istri (Jika Sudah Berkeluarga)
  • Fotocopy Kartu Keluarga Anak
  • Fotocopy Buku Nikah/Surat Nikah Anak
  • Surat Keterangan Waris Kelurahan dan Kecamatan
  • Slip Gaji + Surat Keterangan Karyawan/Id Card (Bagi Karyawan)
  • SKU/NIB + Nota2 atau Akta Legalitas Perusahaan + SIUP + TDP (Bagi Wiraswasta)
  • Rekening Koran Tabungan
  • Fotocopy PBB
  • Fotocopy SHM/SHGB

3. Syarat Gadai Sertifikat Rumah Nama Di Sertifikat Sudah Tidak Ada

Persyaratannya :

  • Fotocopy Surat Kematian/Akta Kematian Orangtua
  • Foto KK Orangtua
  • Foto KTP Orangtua yang Masih Ada Ayah/Ibu
  • Fotocopy KTP Anak Suami Istri (Seluruh Ahli Waris)
  • Fotocopy KK Anak (Seluruh Ahli Waris)
  • Fotocopy Buku Nikah/Surat Nikah (Seluruh Ahli Waris)
  • Surat Keterangan Waris Kelurahan dan Kecamatan
  • Slip Gaji + Surat Keterangan Karyawan/Id Card (Bagi Karyawan)
  • SKU/NIB + Nota2 atau Akta Legalitas Perusahaan + SIUP + TDP (Bagi Wiraswasta)
  • Rekening Koran Tabungan
  • Fotocopy PBB
  • Fotocopy SHM/SHGB

 

Info Lebih Lanjut Hub : 0858 9268 2443 (Tlp/WA)

 

Beginilah Syarat Dan Proses Gadai Sertifikat Rumah Atas Nama Orangtua

Beginilah Syarat Dan Proses Gadai Sertifikat Rumah Atas Nama Orangtua

Gadai sertifikat rumah atas nama orangtua telah menjadi salah satu pilihan yang cukup sering dilakukan bagi banyak orang ketika terdesak membutuhkan uang. Gadai sertifikat rumah memang hal yang mudah dilakukan dan menjadi hal untuk mendapat Pinjaman cepat jaminan sertifikat rumah, tapi jika anda ingin menggadai dengan nama orang tua, bagaimana caranya?

Bagi yang ingin mengetahuinya, anda bisa melihat penjelasan lengkap artikel ini,

Persyaratan Dan Dokumen Saat Gadai Sertifikat Rumah Atas Nama Orangtua

Beberapa syarat dan dokumen yang diperlukan yaitu,

Persyaratan umum dan dokumen yang dibutuhkan

Berikut syarat dan beberapa dokumen yang harus anda penuhi,

  • Anda adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun atau telah menikah.
  • Mempunyai sertifikat rumah dengan nama orang tua yang akan dipakai menjadi jaminan.
  • Surat kuasa izin dari orang tua yang akan digadaikan settifikatnya.
  • Fotokopi KTP dari pemohon serta orang tua.
  • Kartu Keluarga (KK) yang telah mencakup data lengkap pemohon serta orang tua.
  • Surat nikah atau surat cerai (yang berlaku) untuk membuktikan hubungan dari anda sebagai pemohon dengan orang tua.
  • Bukti penghasilan dari anda sebagai pemohon jika diperlukan

Surat kuasa serta dokumen tambahan

Dikarenakan nantinya sertifikat rumah yang digadaikan akan bernama orang tua, anda sebagai peminjam juga perlu menyertakan surat kuasa yang menyatakan jika orang tua telah memberikan izin kepada anda sebagai peminjam untuk menggadaikan sertifikat rumah tersebut.

Surat kuasa itu nantinya harus dibuat di hadapan notaris dan langsung ditandatangani peminjam serta orang tua.

Proses dari Gadai Sertifikat Rumah Atas Nama Orangtua

Untuk proses dari gadai sertifikat rumah atas nama orangtua ini akan melibatkan beberapa langkah yang akan memastikan dalam kelancaran proses juga keamanan ketika transaksi. Dibawah ini terdapat beberapa langkah yang perlu anda ikuti,

  1. Melakukan ajukan pinjaman pada kantor cabang

Agar nantinya anda bisa melakukan pinjaman, anda perlu mendatangi kantor cabang dari tempat menggadai. Pastikan juga jika anda telah membaca semua dokumen yang memang diperlukan.

Nantinya ketika sampai di kantor cabang, akan ada petugas yang kembangi dalam mengisi formulir pengajuan kemudian memeriksa semua dokumen yang anda bawa.

  1. Melakukan Verifikasi serta penilaian jaminan

Setelah ada selesai mengajukan pinjaman, tempat gadai biasanya akan akan melakukan verifikasi dokumen serta jaminan yang diberikan. Proses verifikasi ini biasanya dapat meliputi pemeriksaan legalitas dari sertifikat rumah serta penilaian dari nilai jaminan.

Penilaian tersebut sangat penting dilakukan dalam menentukan plafon pinjaman yang bisa anda dapat. Penilaian nantinya akan dilakukan dari petugas penilai yang memang bekerja dengan kantor gadai.

  1. Telah mendapat persetujuan dan melakukan pencairan dana

Jika dokumen serta jaminan yang anda berikan sudah diverifikasi dan juga disetujui, kantor gadai pub akan langsung menyetujui pinjaman tersebut.

Anda kemudian akan menandatangani perjanjian dari pinjaman serta surat kuasa yang memang akan digunakan untuk memberikan hak kepada kantor gadai untuk menjual sertifikat rumah tersebut jika anda gagal melunasi pinjaman yang dilakukan.

Setelah semua proses gadai sertifikat rumah atas nama orang tua telah selesai, kantor gadai akan langsung mencairkan dana pinjaman tersebut ke rekening anda atau juga bisa langsung memberikannya tunai, tergantung dengan kesepakatan sebelumnya yang sudah disetujui. Selanjutnya, anda pun wajib untuk membayar semua cicilan pinjaman sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.