5 Tahap Mengajukan Pinjaman Cicilan Gadai Sertifikat Rumah

5 Tahap Mengajukan Pinjaman Cicilan Gadai Sertifikat Rumah

Cicilan Gadai Sertifikat Rumah – Memiliki rumah pribadi tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal saja. Dalam keadaan mendesak, Anda bisa menggadaikannya untuk mendapatkan dana tunai jaminan sertifikat rumah. Saat ini banyak bank yang memberikan layanan gadai sertifikat rumah untuk nasabahnya.

Dalam proses pengajuan pinjaman menggunakan gadai sertifikat rumah ini, ada beberapa tahapan yang harus Anda pahami. Apa saja itu? Berikut simak penjelasan selengkapnya!

1. Lengkapi Persyaratan

Tahap pertama, tentu Anda harus melengkapi apa saja persyaratan yang harus di penuhi sebelum mengajukan pinjaman ke bank. Beberapa persyaratan yang harus di penuhi di antaranya seperti berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Karyawan, pengusaha, dan tenaga profesional
  • Usia minimal 21 – 65 tahun
  • Memiliki pendapatan bulanan minimal Rp4 juta

Adapun persyaratan dokumen yang harus di lengkapi sebelum mengajukan pinjaman gadai sertifikat rumah, di antaranya adalah:

  • Formulir yang telah di isi nasabah
  • Pas foto pemohon dan pasangan
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi Surat Nikah/Cerai
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Fotokopi Sertifikat Hak Milik (SHM)
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
  • Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Sertifikat rumah
  • Surat Keterangan Pekerja (SKP)
  • Slip gaji asli terakhir
  • Dan lain-lain

2. Serahkan Dokumen ke Bank

Setelah persyaratan dokumen telah di lengkapi semua, Anda bisa mengunjungi bank atau lembaga keuangan yang akan di tuju. Sebaiknya, pilihlah lembaga keuangan yang menawarkan suku bunga rendah.

Anda juga perlu memprioritaskan bank yang memiliki kredibilitas serta berpengalaman dan berkompeten. Pastikan lembaga yang di pilih telah mendapatkan izin dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dapat menjamin bahwa seluruh transaksi gadai yang di lakukan berjalan aman.

3. Konsultasi Produk yang Tersedia

Tahap selanjutnya, Anda dapat  mengkonsultasikan terlebih dahulu produk yang tersedia. Seperti jenis gadai apa saja yang bisa di gunakan, berapa nominal harga yang bisa di pertimbangkan, serta berapa besaran cicilan gadai sertifikat rumah yang akan di keluarkan. Hal ini sangat penting di lakukan agar Anda bisa menentukan berapa dana pinjaman yang akan di dapatkan sesuai kebutuhan.

4. Tunggu Jadwal Verifikasi dan Survey Rumah

Setelah proses administrasi selesai, Anda perlu menunggu jadwal verifikasi dari pihak bank. Apabila berkas dokumen telah lengkap dan sesuai syarat ketentuan, pihak bank akan melakukan survey lokasi rumah yang akan di jadikan agunan.

5. Pinjaman Disetujui

Jika persyaratan lengkap telah dipenuhi, kemudian bank telah melakukan survey, tahap terakhir adalah proses apakah pengajuan tersebut akan di setujui atau tidak. Disetujui atau tidaknya permohonan gadai ini tergantung dari kebijakan bank. Apabila di setujui, maka Anda tinggal membayar cicilan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Itulah 5 tahapan yang perlu Anda ketahui saat mengajukan pinjaman gadai rumah. Untuk meminimalisir kendala, pastikan Anda mengangsur cicilan gadai sertifikat rumah sesuai kebijakan yang telah ditentukan. Semoga bermanfaat!

Tips Mengajukan Cicilan Gadai Sertifikat Rumah Yang Aman

Tips Mengajukan Cicilan Gadai Sertifikat Rumah Yang Aman

Cicilan gadai sertifikat rumah menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Saat Anda ingin mendapatkan dana dalam jumlah yang relatif besar dan ingin mengajukan pinjaman. Jangan langsung tergiur dengan promo ringan cicilan gadai sertifikat rumah atau jaminan pinjaman cepat cair. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum benar-benar melakukan pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah.

1. Tingkat urgenitas kebutuhan

Pada dasarnya, setiap orang pasti lebih ingin tidak terlibat dalam hutang. Namun demikian, apabila Anda ingin mengajukan hutang, lihat urgenitas kebutuhan untuk melakukan pinjacara gadai rumah di pegadaianman. Apakah bisa ditunda untuk jangka waktu tertentu atau tidak. Misalnya saja perlu pinjam dana ke lembaga keuangan tertentu untuk memperbaiki rumah, biaya menikah, atau membeli rumah baru. Dengan memperhitungkan tingkat urgenitas secara tidak langsung Anda bisa mengetahui berapa jumlah nominal yang perlu dimiliki untuk dana cadangan.

2. Kondisi finansial pribadi

Sebelum Anda bertanya bagaimana cara menggadaikan surat rumah pada lembaga keuangan pilihan, pastikan lebih dulu kondisi finansial pribadi, baik diri sendiri maupun pasangan ketika Anda sudah menikah. Satu hal yang pasti perlu Anda pikirkan sebelum mengambil pinjaman adalah ada tidaknya sumber pemasukan tetap yang akan Anda terima setiap bulan dan berapa jumlah pengeluaran pokok yang perlu Anda bayar setiap bulan. Pada prakteknya, Anda bisa menggunakan skala 50:20:30, dimana angka cicilan gadai sertifikat rumah sebaiknya tidak melebihi 30% dari total pengeluaran tetap. Anda perlu paham jika menjaminkan sertifikat rumah umumnya memiliki konsekuensi yang cukup berat. Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki kondisi finansial yang stabil dan aman untuk mengajukan pinjaman dalam tenor waktu yang cukup panjang.

3. Pastikan untuk menghitung rasio hutang

Setiap lembaga keuangan penyedia pinjaman gadai sertifikat tanah tentu tidak ingin memiliki nasabah yang memiliki resiko kredit macet. Hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi kredibilitas lembaga keuangan penyedia pendanaan dan Anda sendiri dapat terjebak pada resiko “gali lubang tutup lubang” yang tentunya membahayakan finansial. Itu sebabnya, Anda perlu pintar menghitung rasio hutang yang Anda miliki. Selain angka kemungkinan cicilan yang akan dibayar ketika pengajuan pinjaman Anda disetujui. Anda bisa membuat daftar sederhana cicilan apa saja yang sedang berjalan dan memastikan kemampuan finansial Anda masih stabil apabila menambah hutang. Tentunya, semua total cicilan berjalan termasuk cicilan gadai yang akan diambil tidak lebih dari 30% pendapatan bulanan.

4. Kredibilitas lembaga keuangan tujuan

Anda perlu menyadari bahwa gadai sertifikat rumah tanpa balik nama tentunya bukan perkara yang mudah, apalagi jika Anda salah memilih lembaga keuangan sebagai tempat menjaminkan sertifikat berharga. Sebelum benar-benar mengajukan pinjaman dan membayar cicilan, pastikan kredibilitas lembaga keuangan yang Anda tuju. Anda bisa mengecek kredibilitas lembaga melalui OJK maupun website resmi dari lembaga keuangan tujuan. Tidak hanya itu, jika lembaga keuangan yang Anda anggap profesional ada kantor perwakilannya di kota Anda, akan lebih baik jika Anda mendatangi lokasi pengelola dana pinjaman dan bertanya langsung pada petugas apakah di pegadaian bisa gadai sertifikat rumah atau tidak.

5. Syarat pengajuan pinjaman

Secara umum, setiap lembaga keuangan pemerintah maupun swasta pasti memiliki prosedur menggadaikan surat berharga, misalnya saja pada pegadaian SHM. Secara garis besar, syarat menggadaikan surat rumah di pegadaian, antara lain:

  • Usia minimal peserta yang akan mengajukan pinjaman adalah 21 tahun, sedangkan untuk usia maksimal yang ditolerir untuk mengajukan pinjaman adalah 64 tahun.
  • Fotokopi kartu identitas serta kartu keluarga, beserta salinan surat nikah apabila yang mengajukan pinjaman sudah memiliki pasangan. Umumnya jika belum memiliki pasangan, maka penjamin tambahan adalah orangtua.
  • Surat keterangan usaha atau NIB yang dapat diajukan sebagai data pendukung pengajuan, tentunya dengan usia usaha yang sudah diatas 1 tahun
  • Sertifikat tanah dan rumah yang asli akan diperiksa oleh verifikator lembaga keuangan terkait kelayakannya sebagai bahan agunan.
  • Berkas IMB dan bukti pembayaran PBB terakhir, terutama untuk pinjaman diatas 50 juta.
  • Surat keterangan kerja dari atasan untuk karyawan yang sudah bekerja di perusahaan lebih dari 1 tahun. Umumnya syarat ini akan didukung dengan pengumpulan slip gaji setidaknya 3 bulan terakhir.

Nantinya ketika berkas sudah lengkap dan diterima oleh pihak lembaga keuangan, Anda bisa mengajukan tenor mulai 3 hingga 5 tahun.

6. Syarat jaminan yang akan diberikan

Jika Anda bertanya bisakah pinjam uang di pegadaian dengan jaminan sertifikat rumah, jawabannya tentu saja bisa. Tetapi Anda perlu memahami jika ada faktor penentu utama yang menjadikan jaminan sertifikat rumah yang diberikan dapat diterima oleh lembaga keuangan atau tidak. Secara umum, cara menggadaikan sertifikat di pegadaian yang Anda lakukan akan lolos saat bangunan Anda memenuhi kriteria, seperti:

  • Rumah yang akan dijaminkan tidak berada di lokasi yang rawan bencana, seperti banjir dan lainnya.
  • Rumah dipastikan masih layak huni dan terletak di lokasi yang strategis, terletak cukup jauh dari SUTET (kurang lebih 20m), pemakaman umum, atau bukan lokasi tusuk sate.
  • Status bangunan yang yang akan dijaminkan tidak dalam kondisi sengketa hukum atau pasca digunakan dalam kegiatan kriminalitas.
  • Struktur tanah bangunan relatif stabil dan memiliki akses jalan yang memadai. Ada baiknya jika lokasi bangunan yang dijaminkan masih satu wilayah dengan hunian Anda sebagai calon nasabah.
  • Bangunan yang akan dijaminkan pada lembaga keuangan ada baiknya bukan jalur hijau dan statusnya tidak terblokir.

Ketika semua syarat bangunan terpenuhi, Anda akan mendapat gambaran berapa nominal cicilan gadai sertifikat rumah. Berapa yang perlu Anda bayar sesuai tenor yang diambil dan perkiraan bunga cicilan.

7. Tenor pinjaman

Jika Anda mengunjungi lembaga keuangan untuk bertanya cara gadai rumah di pegadaian, pastikan Anda mengambil masa tenor yang Anda anggap sesuai dengan kemampuan finansial dalam jangka waktu masa tenor tersebut. Hal lain yang perlu dipastikan adalah, selama masa tenor berjalan, ada baiknya Anda tidak mengambil hutang lain di lembaga keuangan yang lain, agar Anda tidak terjebak bunga hutang dan kesulitan untuk membayar cicilan.

8. Kemungkinan jaminan ditolak lembaga keuangan tujuan

Namun demikian, ketika jaminan bangunan bersertifikat hak milik yang dimiliki dianggap tidak sesuai oleh verifikator lembaga keuangan, maka bukan tidak mungkin jaminan Anda akan ditolak oleh lembaga tersebut. Alasan lain yang membuat agunan Anda ditolak umumnya adalah kredibilitas Anda sebagai calon nasabah dianggap dapat menimbulkan kredit macet, terlebih ketika hasil pemeriksaan perbankan menunjukkan Anda memiliki tunggakan cicilan gadai sertifikat rumah di masa lalu.

9. Pahami resiko gagal bayar

Pada saat Anda memutuskan untuk menggadaikan sertifikat rumah, pastikan Anda juga memahami apa saja resiko yang akan Anda tanggung ketika Anda menunggak cicilan atau mengalami resiko gagal bayar. Resiko paling akhir yang akan dialami umumnya berkaitan dengan penyitaan agunan yang diperhitungkan sesuai jumlah total hutang belum lunas. Namun demikian, agar terhindar dari resiko gagal bayar. Pada saat akan mengajukan pinjaman, tanyakan detail tentang kemungkinan restrukturisasi hutang dan penundaan cicilan, agar beban hutang tidak semakin besar.