Gadai sertifikat belum balik nama bagaimana cara mengajukan pinjaman tersebut agar dapat bisa di proses. Karena menggadaikan sertifikat rumah yang anda miliki menjadi salah satu solusi finansial untuk berbagai kebutuhan mendesak.

Namun pinjaman yang kami tawarkan ialah produk pinjaman kredit multiguna yang berbeda dengan pinjaman KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Lalu untuk lebih jelasnya anda dapat membaca artikel ini sebagai tambahan informasi gadai sertifikat rumah.

 

Bagaimana Gadai Sertifikat Belum Balik Nama

Bagaimana Gadai Sertifikat Belum Balik Nama

Gadai sertifikat adalah pinjaman yang di berikan oleh lembaga keuangan dengan menjaminkan sertifikat rumah tersebut sebagai jaminan. Sertifikat rumah yang di jaminkan berbentuk Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Sertifikat yang menjadi jaminann di lembaga keuangan akan di simpan sampai dengan pinjaman tersebut lunas. Jika terjadi gagal bayar atau cedera janji dalam kesepakatan kredit tersebut maka akan berisiko terhadap jaminan asset rumah yang anda miliki.

Pastikan anda telah memikirkan pengajuan kredit sertifikat rumah secara matang agar tidak terjadi risiko kerugian kedepannya. Anda wajib memilih angsuran per bulan sesuai dengan kemampuan bayar per bulan anda dan jangan sampai memberatkan.

Namun bagaimana jika sertifikat tersebut belum balik nama?

Berikut ini kami akan memberikan penjelasan sertifikat rumah belum balik nama :

1. Sertifikat Masih Nama Orangtua

Jika sertifikat rumah yang anda miliki masih atas nama orangtua kandung maka prosesnya tidak perlu di balik nama ke nama anda. Karena cukup dengan kedua orangtua hadir tanda tangan di kantor maka anda dapat mengajukan kredit tersebut tanpa balik nama.

Berbeda halnya jika nama di sertifikat tersebut sudah tiada atau sudah almarhum. Maka jika sertifikat atas nama almarhum orangtua wajib sekalian balik nama sertifikat ke seluruh ahli warisnya. Dan seluruh ahli waris tersebut di wajibkan untuk hadir tanda tangan di kantor.

Apabila terdapat salah satu ahli waris tidak bisa hadir maka proses pinjaman tersebut tidak dapat di proses. Meskipun solusi dengan surat kuasa atau apapun tetap tidak bisa karena notaris pasti meminta untuk hadir tanda tangan.

Jadi sebaiknya sebelum anda mengajukan pinjaman sertifikat rumah ini di musyawarahkan terlebih dahulu dengan orangtua dan saudara kandung lainnya. Karena saudara kandung lain memiliki hak atas sertifikat rumah yang akan menjadi jaminan ke lembaga keuangan.

2. Sertifikat Masih Atas Nama Pemilik Sebelumnya

Jika sertifikat rumah masih atas nama pemilik sebelumnya maka prosesnya wajib sekalian balik nama sertifikat tersebut. Namun karena pinjaman yang kami tawarkan ialah pinjaman produk kredit multiguna yang berbeda dengan pinjaman KPR jual beli rumah maka ada ketentuannya.

Untuk ketentuan tersebut jika sertifikat belum balik nama maka wajib sudah membuat perjanjian jual beli atau Akta Jual Beli (AJB) di notaris. Biasanya ketika anda sudah membuat perjanjian AJB dengan pemilik sebelumnya sudah melakukan pembayaran pajak penjual dan pembeli. Jadi yang belum di lakukan hanya tinggal balik namanya sertifikat rumah tersebut saja.

Lalu bagaimana jika transaksi yang anda lakukan dalam proses jual beli hanya berdasarkan kwitansi bermaterai saja. Maka proses pengajuan pinjaman sertifikat rumah tidak dapat kami bantu prosesnya.

Karena seperti yang kami informasikan di awal untuk produk pinjaman yang kami tawarkan ialah produk kredit pinjaman kredit multiguna. Berbeda dengan produk pinjaman KPR rumah yang dapat memproses jual beli balik nama sertifikat rumah dari proses awal.

Meskipun dengan solusi lain seperti surat kuasa atau apapun maka proses tetap tidak bisa di lakukan. Karena memang sudah aturan kredit dan kebijakannya seperti itu.

 

Syarat Gadai Sertifikat Belum Balik Nama

Persyaratan gadai sertifikat rumah belum balik nama wajib anda persiapkan dengan benar agar proses berjalan maksimal. Dan pastikan anda telah mengetahui dan memahami proses pinjaman sertifikat rumah ini dengan benar.

Berikut persyaratan pinjaman yang harus anda lengkapi :

  • Fotocopy KTP Suami Istri
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotocopy Buku Nikah atau Surat Nikah
  • Fotocopy Dasar AJB Pembelian Dengan Pemilik Sebelumnya (Dasar Balik Nama)
  • Slip Gaji + Surat Keterangan Kerja/Id Card (Bagi Karyawan)
  • Surat Keterangan Usaha atau Nomor Induk Berusaha (Bagi Wiraswasta)
  • Rekening Koran 3 Bulan Terakhir
  • Fotocopy PBB
  • Fotocopy SHM/SHGB

 

Info Lebih Lanjut Hub : 0858 9268 2443 (Tlp/WA)