Solusi Mendapatkan Dana Cepat Melalui Kredit Dengan Agunan Sertifikat Rumah

Solusi Mendapatkan Dana Cepat Melalui Kredit Dengan Agunan Sertifikat Rumah

Kondisi keuangan setiap orang pastinya berbeda-beda, ada kalanya seseorang membutuhkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti salah satunya kebutuhan kredit dengan agunan sertifikat rumah, apalagi sekarang di zaman serba online banyak juga yang menawarkan pinjaman online. Namun Anda perlu berhati-hati dengan maraknya pinjaman online karena mengajukan kredit perlu prosedur yang tepat.

Kebutuhan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan, apabila Anda memiliki uang dengan jumlah nominal tertentu mungkin saja cukup untuk memenuhi kebutuhan bulan depan. Tapi belum tentu dengan nominal yang sama Anda bisa memenuhi kebutuhan di beberapa bulan berikutnya. Tidak heran jika sebagian orang memilih mengajukan kredit pinjaman dengan tujuan memenuhi kebutuhan masing-masing.

Kredit pinjaman juga dipilih dalam memenuhi kebutuhan bisnis, seseorang yang berencana membangun bisnis sudah pasti membutuhkan modal, ada beberapa jenis pinjaman yang bisa dipilih seperti salah satunya menggunakan agunan berupa gadai sertifikat tanah, selain sertifikat tanah Anda bisa menggunakan agunan atau jaminan lain mulai dari BPKB; obligasi; sertifikat rumah dan deposito.

Anda perlu menghitung berapa besar dana yang dibutuhkan dan nilai jaminannya, hindari mengajukan kredit tanpa agunan, umumnya kredit yang menggunakan agunan memiliki plafon pinjaman yang lebih besar, tidak hanya plafon yang besar jangka tenor pembayaran juga lebih lama mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun, coba Anda pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum mengajukan kredit pinjaman.

Tujuan Melakukan Pinjaman

Seperti yang sudah disebutkan pada paragraf sebelumnya bahwa sebelum melakukan pinjaman ada baiknya Anda memikirkan tujuan dari pinjaman tersebut, mengapa harus memikirkan tujuan pinjaman?

Dengan meminjam berarti Anda menyetujui membayar angsuran sampai lunas dalam kurun waktu tertentu, belum lagi nominal pinjamannya cukup besar jadi Anda perlu memikirkannya dengan matang agar tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan lainnya.

Urungkan niat Anda apabila ingin mengajukan pinjaman hanya karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, lebih baik mengajukan kredit pinjaman sertifikat rumah dengan tujuan investasi jangka panjang baik itu membeli rumah maupun membangun bisnis.

Kemampuan Membayar

Bagi Anda yang akan mengajukan pinjaman kredit selalu buat perhitungan yang tepat sesuai dengan kondisi keuangan. Melakukan perhitungan akan membantu Anda dalam mengatur financial tiap bulannya. Semakin besar jumlah pinjaman maka semakin besar juga besar jumlah cicilan yang harus dikeluarkan.

Apabila mengalami kendala atau telat membayar cicilan maka bebannya akan semakin berat. Belum lagi waktu pelunasan akan lebih lama jadi semakin membebani Anda. Perhitungan yang rinci dan tepat dapat mengurangi beban pengeluaran yang memang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Lembaga Keuangan Terpercaya

Selain tujuan dan kemampuan membayar kredit pastikan Anda memilih lembaga pinjaman yang aman dan terpercaya, mengingat sekarang ini banyak sekali pihak yang menawarkan pinjaman kredit cepat namun belum tentu menjamin keamanannya, jadi selalu pilih lembaga keuangan yang sudah diawasi oleh OJK.

Perhatikan apakah suku bunga di lembaga keuangan sesuai dengan yang berlaku, karena masih saja ada oknum-oknum yang menawarkan suku bunga lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku, Anda perlu waspada jika menemukan hal tersebut yang justru akan merugikan diri sendiri.

Syarat Mengajukan Pinjaman

Mengajukan pinjaman kredit memang butuh pertimbangan yang matang, terlebih nominal yang diajukan cukup besar hingga menggunakan gadai sertifikat rumah proses cepat, terdapat persyaratan yang biasanya harus dipenuhi saat mengajukan kredit dengan agunan sertifikat rumah, selain sertifikat rumah Anda perlu menyiapkan beberapa dokumen pendukung lainnya.

Dokumen-dokumen

Siapkan identitas diri berupa KTP; Kartu Keluarga dan juga surat nikah bagi yang sudah menikah, sertakan juga NPWP pribadi; surat keterangan penghasilan; rekening koran selama 3 bulan terakhir dari waktu pengajuan. Apabila Anda masih bekerja jangan lupa sertakan juga surat keterangan kerja. Begitu juga dengan Anda yang memiliki usaha pastikan untuk menyertakan surat keterangan usaha atau legalitas usaha.

Anda bisa menanyakan langsung pada lembaga keuangan yang sudah dipilih terkait beberapa tambahan dokumen gadai surat rumah di pegadaian tersebut. Mungkin antara satu lembaga dengan lembaga lainnya memiliki ketentuan masing-masing.

Selain syarat dokumen pendukung di atas perhatikan juga tentang syarat kredit jaminan sertifikat rumah. Biasanya rumah yang dijadikan agunan harus memiliki kriteria tertentu. Jadi tidak semua rumah bisa dijadikan sebagai jaminan karena pihak lembaga keuangan masih akan menilai layak tidaknya jaminan tersebut.

Lokasi Agunan

Agunan rumah yang paling sering dijadikan bahan pertimbangan dalam pengajuan kredit adalah lokasinya. Biasanya rumah yang lokasinya strategis akan mendapat peluang lebih besar menerima kredit seperti misalnya rumah di dekat jalan raya. Lembaga keuangan lebih memilih lokasi rumah yang strategis yang memiliki akses jalan yang baik dan dekat dengan fasilitas umum. Tidak hanya itu hal yang juga jadi bahan pertimbangan lainnya yaitu bebas banjir; tidak dekat menara SUTET serta tidak dekat kuburan.

Sertifikat atas nama

Jadi pentingnya memastikan gadai sertifikat rumah di pegadaian atas nama orangtua agar Anda berpeluang mendapatkan pinjaman sesuai dengan yang diajukan. Tiap lembaga keuangan pemberi pinjaman memiliki persyaratan terkait agunan rumah. Karena lembaga tersebut juga memiliki alasan apabila pihak peminjam mengalami kendala dalam melunasi kredit pinjaman.

Namun Anda tidak perlu khawatir jika sudah memenuhi ketentuan di atas, Anda bisa menerima kredit pinjaman dengan sertifikat rumah tanpa mengalami kesulitan, dengan begitu Anda bisa menggunakan pinjaman sesuai kebutuhan dan perhitungan yang tepat.

Pinjamantunaiku menjadi pilihan yang bagi Anda yang saat ini sedang mengalami masalah keuangan. Sebagai tenaga pemasaran dari PT Duta Pakuan Mandiri kami siap melayani Anda dalam waktu 1×24 jam. Alasan mempercayakan masalah keuangan Anda pada kami karena akses yang mudah cukup dengan menghubungi Pinjamantunaiku dan pilih agunan yang sesuai.

Selain menggadaikan sertifikat rumah Anda bisa memberikan jaminan lainnya baik itu BPKB motor ataupun mobil. Selama memenuhi persyaratan maka dana bisa segera cair dan masalah keuangan Anda bisa cepat teratasi. Tim Pinjamantunaiku akan membantu Anda dalam melakukan proses pengajuan kredit apabila di tengah pengajuan mengalami kendala.

Dengan bunga ringan dan bersaing gadai sertifikat rumah di BPR jadi lebih mudah dibandingkan yang lainnya. Apalagi selama mengajukan kredit Pinjamantunaiku Anda tidak akan dipungut biaya alias gratis. Meskipun Anda ingin mengajukan proses pinjaman melalui website tim Pinjamantunaiku akan segera merespon dengan cepat. Jadi tidak ada kata sulit meski proses gadai sertifikat rumah online belum bisa dilakukan secara tatap muka.

Apalagi yang menjadi kendala dalam pengajuan kredit pinjaman? Di zaman serba online seperti sekarang ini Anda bisa dengan mudah mendapatkan segala informasi terkait lembaga keuangan pemberi pinjaman terpercaya. Usahakan untuk mencari informasi yang valid sebelum mengajukan kredit dengan agunan sertifikat rumah. Dengan kemudahan informasi tersebut Anda bisa mengurangi resiko tindak penipuan dari pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab.

Cara Melakukan Take Over Pinjaman Jaminan Sertifikat Aman

Cara Melakukan Take Over Pinjaman Jaminan Sertifikat Aman

Anda mungkin tidak asing dengan take over pinjaman jaminan sertifikat. Ya, istilah ini diperuntukkan untuk pemindahan pinjaman dari 1 nasabah lama ke nasabah baru dengan menggunakan jaminan berupa sertifikat tertentu, baik itu sertifikat rumah, tanah, dan lainnya. Agar bisa melakukan take over ini tidak bisa sembarangan. Anda bisa mengikuti cara berikut:

1. Mencari Tempat yang Akan Digunakan

Untuk melakukan proses take over pinjaman jaminan sertifikat, Anda harus mencari tempat yang akan digunakan untuk proses take over kelak. Pelajari tempat take over yang ada, dan memiliki beberapa kelebihan yang memang Anda butuhkan.

2. Pelajari Sistem Pengajuan Take Over yang Diajukan

Jika Anda bekerja sama dengan finance, misalnya Pinjaman Tunaiku untuk melakukan take over pinjaman bersertifikat pastinya sangat mudah. Anda hanya perlu mengajukan pinjaman secara online, dengan cara mengisi formulir yang diberikan.

Maka, pihak customer service akan melakukan konfirmasi pada Anda hingga melakukan survei. Jika proses pengajuan lulus, proses take over tersebut dapat dilakukan.

3. Ketahui Syarat yang Diajukan

Sebelum masuk ke bagan survei, biasanya Anda diharuskan memenuhi syarat yang diajukan.

Umumnya syarat tersebut seperti WNI, berusia 21 tahun ke atas, mempunyai penghasilan tetap, berdomisili di Indonesia, mempunyai bangunan secara jelas, dan berlokasi di tempat yang jelas.

4. Dokumen yang Dibutuhkan

Anda harus mempelajari berbagai dokumen yang harus disertakan ketika akan mengajukan take over tersebut. Sama seperti syarat yang diajukan, seperti fotokopi KTP/ SIM, baik diri sendiri atau dengan pasangan yang sudah menikah, fotokopi KK, akta nikah bagi yang sudah menikah, PBB selama 2 tahun terakhir hingga  BPKB, STNk, dan dokumen lainnya.

Untuk mengetahui apa saja dokumen yang diajukan, Anda dapat mengunjungi pihak penyedia tempat gadai sertifikat tanah tersebut secara langsung atau mengunjungi websitenya secara online.

5. Pelajari Skema Angsuran yang Diajukan

Sebelum mengajukan take over pinjaman jaminan sertifikat rumah, Anda pelajari juga skema angsuran yang diajukan oleh mereka. Pastikan semua yang diajukan masak akal, dan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Misalnya, Anda akan memperoleh tarif bunga flat per bulannya sekitar 0,7 % saja dan suku bunga per tahunnya juga terbilang murah, mulai dari 10%, atau sesuai dengan kondisi aset dan juga kelengkapan dokumen yang ada.

Karenanya, untuk memutuskan skema tenor dan yang lainnya, pastikan sesuai kondisi keuangan Anda dalam mencicil agunan tersebut.

6. Pelajari Cara Membayarnya

Umumnya sistem pembayaran yang diajukan beragam. Mulai dari membayar di beberapa bank tertentu, maupun lewat salah satu merchant yang telah ditunjuk oleh pihak penyedia jasa keuangan tersebut.

Untuk itu, pahami secara jelas cara pembayaran tersebut agar Anda tidak mengalami kendala pembayaran ke depannya.

Itulah cara melakukan take over pinjaman jaminan sertifikat yang bisa dicoba. Semoga berhasil.

Kredit Multiguna Jaminan SHM Tangerang

Kredit Multiguna Jaminan SHM Tangerang

Di tengah masa pandemi seperti sekarang ini kredit multiguna menjadi jalan tengah yang sangat membantu masyarakat. Biasanya, pinjaman kredit multiguna yang diberikan kepada masyarakat menggunakan agunan berupa tanah atau rumah. Kredit tersebut diberikan sebesar kebutuhan masyarakat itu sendiri atau disesuaikan dengan kisaran nilai agunan. Setiap jenis property pastu memiliki beberapa jenis sertifikat tanah yang menandakan bahwa properti tersebut milik anda secara hukum. Salah satu jenis sertifikat yang dimaksud adalah SHM atau singkatan dari Sertifikat Hak Milik. Biasanya, properti atau tanah yang memiliki sertifikat SHM dijual lebih mahak karena SHM adalah jenis kepemilikan yang lebih kuat dibandingkan Hak Guna Bangunan atau Hak Guna Usaha.

Perbedaan Kredit Multiguna Jaminan SHM dan SHGB

Sebenarnya, perbedaan antara SHM dan SHGB cukup dilihat dari tingkat kuasa dan juga jangka waktu kepemilikan properti. SHGB memiliki jangka waktu tertentu yakni maksimal 60 tahun lamanya. Selain itu, SHGB juga tidak dapat diubah kepemilikannya. Sedangkan, SHM tidak memiliki Batasan waktu kepemilikan properti dan sertifikat tersebut dapat diwariskan kembali jika ingin digunakan oleh orang lain.

Kelebihan dan Kekurangan SHM

Jika dibandingkan dengan SHGB atau SHGU maka SHM menjadi urutan satu yang memiliki manfaat paling tinggi jika dibandingkan jenis-jenis sertifikat lainnya. Berikut adalah beberapa kelebihan dan manfaat SHM, serta beberapa kekurangannya juga: 

  • Memiliki jangka waktu yang tidak terbatas, sepanjang pemiliknya masih hidup
  • Dapat diwariskan dari generasi ke generasi sesuai hukum yang berlaku (yang tertera di Undang-Undang nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria, pada pasal 20
  • Hak penggunaannya berlaku seumur hidup, tidak seperti Hak Guna Bangunan atau Usaha yang maksimal 60 tahun.
  • SHM dapat digunakan sebagai aset dan bisa digadaikan, jual-beli, atas dijadikan sebagai sebuah jaminan pinjaman

Berikut adalah beberapa kekurangan yang dimiliki SHM:

  • Harga beli Sertifikat Hak Milik jauh lebih mahal dibandingkan dengan SHGB
  • Sedikit sukar untuk mendapatkan properti yang memiliki SHM, kecuali memang terpaksa harus dijual dan melakukan biaya balik nama sertifikat rumah
  • Hanya eksklusif untuk WNI saja. Sehingga jika diketahui bahwa SHM ini dipindahtangankan ke seorang WNA, Sertifikat Hak Milik bisa saja dibatalkan
  • Meskipun anda tidak memiliki jangka waktu untuk sertifikat tersebut, penyerahan secara sukarela bisa saja terjadi karena negara membutuhkan lahan atau properti yang anda miliki itu 

Kredit Multiguna Jaminan SHM

Bagi anda yang sedang mencari bantuan dana yang cepat dan tepat, maka Pinjamantunaiku.com akan membantu anda dalam mengatasi persoalan keuangan. Khususnya untuk anda yang sedang membutuhkan pinjaman dengan jumlah besar tanpa perlu khawatir akan kelegalitasan perusahaan. Karena kami sudah resmi terdaftar di Lembaga keuangan dengan plafon yang sudah cukup tinggi. Anda tak perlu bingung dan jangan sampai salah memilih untuk menaruh kepercayaan pada suatu Lembaga atau perusahaan penyedia jasa pinjaman mana yang aman dan terpercaya. Karena kami mempunyai pilihan yang tepat untuk anda yang sedang membutuhkan pinjaman dengan jaminan Sertifikat Hak Milik yaitu pinjamantunaiku.com.

Syarat Peminjam

Bagi anda yang ingin melakukan pinjaman di pinjamantunaiku.com pastinya kami siap melayani dan membantu anda sampai proses selesai. Selain itu, bunga yang kami tawarkan juga rendah dan tentu menguntungkan anda. Berikut syarat-syarat yang bisa diajukan :

  • Data Pribadi (Copy KTP Suami-Istri, KK, Surat Nikah, NPWP)
  • Data Jaminan (Copy SHM/SHGB, IMB, PBB, dan Foto Jaminan)
  • Area yang dicover diutamakan Jabodetabek.

Dengan syarat yang mudah maka sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi tentang pinjaman kredit multiguna. Khususnya dengan jaminan Hak Milik.

Informasi Kontak

Sekarang anda tidak perlu khawatir lagi jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak. Seperti membayar biaya pendidikan anak, anggota keluarga jatuh sakit atau kecelakaan. Anda bisa mengajukan permohonan pinjaman kredit multiguna kepada bank terdekat. Bagi anda yang sedang membutuhkan dana besar yang proses pencairannya cepat, maka Kredit Multiguna Jaminan SHM Tangerang bisa menjadi salah satu solusi terbaik, karena akan ada banyak manfaat yang anda dapat. Silahkan menghubungi kami melalui nomor telepon 0858-9268-2433 atau bisa juga melalui email kami marketing@pinjamantunaiku.com.

MEMAHAMI RESIKO GAGAL BAYAR PINJAMAN SERTIFIKAT RUMAH

MEMAHAMI RESIKO GAGAL BAYAR PINJAMAN SERTIFIKAT RUMAH

MEMAHAMI RESIKO GAGAL BAYAR PINJAMAN SERTIFIKAT RUMAH

 

Jaminan sertifikat rumah merupakan salah satu produk perbankan dalam memperoleh pinjaman kredit multiguna. Dengan mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah tentu nilai pinjaman yang di dapat oleh calon debitur dapat berjumlah besar. Namun ketika mendapatkan dana pinjaman besar tentu ada cicilan angsuran per bulan yang wajib dibayarkan oleh calon debitur. Apabila terjadi keterlambatan dalam pembayaran tidak sesuai tanggal jatuh tempo maka ada sejumlah denda yang harus dibayarkan.

Jika terjadi keterlambatan bayar secara terus menerus dan menggulung bukan tidak mungkin aset yang anda miliki akan disita oleh bank. Pada dasarnya pihak bank tentu memiliki sejumlah prosedur dalam menangani masalah kredit macet nasabahnya. Selama nasabah yang bersangkutan bersikap kooperatif penyelesaian masalah tunggakan dapat dicapai penyelesaian dengan cara yang baik. Namun apabila nasabah tersebut memilih perlawanan ke bank bukan tidak mungkin aset yang anda miliki berakhir di balai lelang.

Hal yang akan dilakukan oleh bank terhadap nasabah yang menunggak pembayaran cicilan ialah memberikan surat peringatan pertama kepada nasabah tersebut. Surat peringatan ini dapat dikirim langsung ke alamat tempat tinggal nasabah atau via Whatsapp, telepon, SMS dan email. Dalam surat ini bank akan meminta komitmen nasabahnya dalam menyelesaikan tunggakan pembayaran angsuran. Setelah peringatan pertama nasabah tidak kunjung membayar angsuran maka pihak bank akan memberikan surat peringatan kedua. Pada surat peringatan kedua ini pihak bank akan lebih tegas meminta komitmen pembayaran tunggakan dan pihak bank akan menilai nasabah kooperatif atau tidak.

Setelah pihak bank memberikan surat peringatan kesatu dan kedua namun nasabah tidak kunjung membayar angsuran per bulan maka selanjutnya bank akan memberikan surat peringatan ketiga. Surat peringatan ketiga merupakan peringatan bahwa jika tidak dibayarkan tunggakan maka akan jatuh ke balai lelang. Oleh sebab itu sebaiknya pihak bank dan nasabah mencari solusi terbaik terkait tunggakan pembayaran angsuran. Jika nasabah tersebut menyerah dan tidak sanggup bayar maka pihak bank akan menyarankan untuk menjual rumah tersebut. Pilihan menjual rumah dilakukan agar harga jual rumah tersebut masih wajar dibandingkan jika harus masuk ke balai lelang.

Apabila dari beberapa langkah tersebut tidak menemukan jalan keluar maka pihak bank akan melakukan somasi dan memproses rumah tersebut ke balai lelang. Tahap ini sebenarnya patut dihindari oleh bank dan nasabah dikarenakan proses ini memerlukan dana yang terbilang cukup tinggi. Harga rumah yang dijual di balai lelang juga cukup rendah dan tentu akan merugikan nasabah. Rumah tersebut mungkin saja tidak laku ketika proses pertama lelang dan membutuhkan 2 sampai 3 kali lelang. Hal ini tentu akan menyita waktu banyak dan biaya yang tidak sedikit oleh sebab itu usahakan anda dapat menemukan solusi terbaik dan menghindari penyelesaian sebelum masuk balai lelang. Terimakasih

 

Sertifikat Rumah

MEMAHAMI APHT & SKMHT PADA KREDIT BANK

MEMAHAMI APHT & SKMHT PADA KREDIT BANK

MEMAHAMI APHT & SKMHT PADA KREDIT BANK

 

Memahami perjanjian APHT dan SKMHT pada kredit bank bagi anda yang sudah pernah mengajukan pinjaman KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau kredit multiguna jaminan sertifikat rumah tentu tidak asing dengan perjanjian tersebut. Pengertian singkatnya APHT ialah Akta Pemberian Hak Tanggungan yaitu sebuah perjanjian yang diperlukan sebagai jaminan bahwa pinjaman dari bank bakal dilunasi. Sementara itu SKMHT ialah Surat Kuasa Memberikan Hak Tanggungan, di dalam kredit KPR SKMHT diperlukan apabila sertifikat tanah masih atas nama pemilik sebelumnya atau masih diurus di kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Untuk anda yang berencana mengajukan pinjaman KPR rumah atau kredit multiguna jaminan sertifikat rumah melakukan tanda tangan dokumen APHT atau SKMHT menjadi bagian penting dalam proses. Dokumen ini sangat penting dalam proses perjanjian kredit dan untuk mengurus dokumen ini anda perlu dibantu oleh notaris rekanan bank agar surat tersebut sah secara hukum. APHT dijadikan pegangan berdasarkan hukum buat bank selaku kreditur untuk mengeksekusi jaminan jika terjadi kredit macet.

Tata cara pengajuan kredit pada umumnya melewati 3 tahap, yaitu :

  1. Perjanjian Kredit, yaitu merupakan surat yang dibuat oleh bank atau lembaga keuangan lainnya sebagai dasar pencairan pinjaman kredit. Perjanjian ini merupakan surat yang telah ditetapkan bank mengenai perihal suku bunga, plafon pinjaman kredit, biaya – biaya dan lain sebagainya. Sebelum menandatangani perjanjian ini biasanya pihak bank sudah menginfokan terlebih dahulu besaran biaya – biaya potongan.
  2. Pengakuan Hutang, yaitu surat yang berisi bahwa debitur mengakui berhutang dan kreditur menerima pengakuan tersebut. Surat pengakuan hutang ini dibuat oleh notaris dan wajib di tanda tangani dihadapan notaris.
  3. APHT, APHT wajib ditandangani oleh semua pihak yang terlibat dalam kepemilikan objek Hak Tanggungan. Akta ini berisi informasi sebagai berikut : Syarat – syarat spesialitas, Jumlah pinjaman yang diberikan kreditur, Penunjukan objek hak tanggungan, Hal – hal yang diperjanjikan (pasal 11 (2) UU Hak Tanggungan (UUHT)) oleh kreditur dan debitur, termasuk janji Roya Partial (pasal 2 (2) UUHT) dan janji penjualan objek Hak Tanggungan di bawah tangan (Pasal 20 UUHT)

Setelah itu biaya dalam mengurus pembuatan akta dan surat kuasa baik dalam proses perjanjian jual beli atau menggadaikan sertifikat rumah terdapat biaya – biaya yang akan dikeluarkan. Setiap notaris akan membebankan biaya yang berbeda – beda mulai dari perbedaan plafon pinjaman kredit yang bervariasi dan juga lokasi jaminan properti dapat mempengaruhi biaya tersebut. Terimakasih

 

APHT & SKMHT

 

BOLEHKAH NAMA DI SERTIFIKAT RUMAH LEBIH DARI SATU

BOLEHKAH NAMA DI SERTIFIKAT RUMAH LEBIH DARI SATU

BOLEHKAH NAMA DI SERTIFIKAT RUMAH LEBIH DARI SATU

 

Sertifikat rumah merupakan surat berharga sebagai bukti kepemilikan atas tanah atau suatu bangunan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Sifat pembuktian tanah sertifikat sebagai tanda bukti hak, dapat dilihat di pasal 32 peraturan pemerintah No. 24/1997 tentang pendaftaran tanah yang berbunyi “Sertifikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data fisik dan data yuridis yang termuat di dalamnya, sepanjang data fisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan”.

Berdasarkan UU No. 5 tahun 1960 tentang pokok – pokok agraria, Sertifikat tanah yang sah dimata hukum adalah :

  • Sertifikat Hak Milik (SHM), Merupakan sertifikat atas kepemilikan penuh hak lahan dan/atau tanah yang dimiliki pemegang sertifikat tersebut
  • Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)

Berlaku pada kepemilikan seseorang atas rumah vertikal atau apartemen (Rumah susun) yang dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama :

  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) merupakan hak atas seseorang untuk mendirikan dan mempunyai bangunan – bangunan diatas tanah yang bukan miliknya sendiri
  • Girik atau PEtok, adalah tanah yang masih berjenis surat Girik/Petok sebenarnya bukan merupakan administrasi desa. Girik/PEtok berfungsi untuk menunjukan penguasaan atas lahan dan keperluan perpajakan
  • Acte van Eigendom, merupakan bukti kepemilikan tanah sebelum Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok – Pokok Agraria.
  • Akta Jual Beli (AJB), merupakan perjanjian jual beli dan salah satu bukti pengalihan hak atas tanah akibar dari jual beli tanah tersebut.

Lalu menurut pasal 31 ayat (4) PP 21/1997disebutkan bahwa hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun kepunyaan bersama dapat diterbitkan sertifikat sebanyak jumlah pemegang hak bersama untuk diberikan kepada tiap pemegang hak bersama yang bersangkutan, yang memuat nama serta besarnya bagian masing – masing dari hak bersama tersebut.

Jadi berdasarkan pasal tersebut maka boleh ada beberapa pemilik atau nama di sertifikat dari hak atas tanah tersebut. Dan dalam pasal tersebut tidak diberikan batasan berapa nama yang diperbolehkan sebagai pemilik dari hak atas tanah tersebut. Pada dasarnya dalam satu sertifikat dapat dicantumkan beberapa nama sebagai pemegang hak bersama atau untuk memudahkan masing – masing orang pemegang hak bersama, dan dapat diterbitkan sertifikat bagi masing – masing orang.

Sertifikat Rumah